Breaking News

Tu Sop: Sukses adalah Bagaimana Seseorang Menyukseskan Diri Setelah Kematian


Pengurus Wilayah Majelis Pengajian Zikir Tasawuf, Tauhid & Fiqih (Tastafi) Kecamatan Pandrah kembali menggelar Pengajian dan Zikir Tastafi rutin bulanan edisi September 2019 yang dipusatkan di Masjid Besar Baitul Kiram Pandrah Kabupaten Bireuen pada Kamis, (05/09/2019) malam.

Pengajian setiap Kamis malam awal bulan itu diasuh Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk. HM. Yusuf A Wahab atau Tu Sop, Pimpinan Dayah Babussalam Al Azizah Jeunieb dengan kajian kitab Minhajul 'Abidin karya hujjatul Islam Imam Al Ghazali.

Seperti disampaikan Sekretaris Pengurus Wilayah Majelis Pengajian dan Zikir Tastafi Kecamatan Pandrah, Al Fadhal, dalam siaran pers dikirim ke redaksi menyebutkan, pengajian kali ini membahas masalah "Aqabah Bawais" yaitu tantangan bagi kita dalam memotivasi semangat melakukan ibadah atau berbuat kebaikan.

"Acara ini dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama, Tu Sop menyampaikan materi kajian Kitab Minhajul 'Abidin dengan tema Aqabah Bawais. Sesi kedua tanya jawab langsung dan via SMS. Sesi ketiga zikir dan bermunajat kepada Allah bersama Majelis Zikir Yadara," kata Al Fadhal.

Dia menambahkan, pengajian ini diikuti unsur Muspika setempat, Imum Mukim, para Keuchik, Imum Gampong, Guru Majelis Taklim, para pemuda dan masyarakat serta ribuan jamaah lainnya yang didominasi kaum hawa datang menggunakan mobil bak terbuka.

Sementara itu, Tgk. H. Muhammad Yusuf A Wahab biasa disapa Tu Sop dalam tausiahnya menjelaskan manusia yang sukses dalam beramal kebaikan apabila amal kebaikan yang dilakukannya itu bukan suatu kesenangan atau hal yang menarik. "Karena hal yang tidak disenangi dan membosankan adalah hal yang paling berat dilakukan manusia," sebut Tu Sop yang juga Pimpinan Dayah Multimedia Aceh ini.

Tu Sop melanjutkan, sangat bahaya dan rugi bagi manusia apabila kesenangan yang datang itu untuk hal–hal yang tidak bermanfaat dan hal–hal yang salah. Sebaliknya akan bahagia dan bermanfaat apabila kesenangan itu pada hal–hal baik ilmu dan amal. "Akan tetapi yang tersulit bagi kita mewujudkan ilmu dan amal kita itu sebagai sesuatu yang menyenangkan bagi kita. Oleh karena demikian Rasulullah SAW telah memberikan solusinya dengan membangun tiga perkara pada diri manusia".

Pertama, ingat dan renungi hal yang paling menakutkan atau yang paling mengerikan dan paling menyenangkan di akhirat yang telah Allah janjikan dalam Alquran serta pedihnya azab–azab Allah di hari pembalasan, jadikan ingatan itu di bawah alam sadar kita.

Kedua, melihat histori atau sejarah atas tindakan Allah (bala) kepada orang–orang (kaum) yang mendustakannya serta balasan karunia Allah kepada orang–orang yang dikasihaninya.

Ketiga, renungi dan hayati berbagai macam bentuk pembalasan Allah diyaumil masyar seperti yang telah dijanjikannya dalam Alquran. Maka dalam hal ini termasuk peristiwa–peristiwa yang erat kaitannya dengan akhirat dimulai dari kematian.

Menurut Tu Sop, tiga perkara ini perlu diingat selalu sehingga dapat memotivasi semangat berbuat kebaikan. Syaikhul Islam Imam Ghazali telah merangkum faktor–faktor apa saja yang membuat manusia itu bersemangat dalam melakukan ilmu dan amal.

Ada 5 hal yang harus renungi oleh setiap insan. Pertama, kematian! Kita tidak mengetahui kapan kematian itu.

Kedua, kuburan! Kita pasti akan menghadapi alam barzah yang tidak diketahui berapa lamanya dan apakah sudah cukup perbekalannya, alam barzah ibarat ruang tunggu menuju akhirat.

Ketiga, kiamat! Setelah kita berada di ruang tunggu (alam kubur) dibangkitkan menuju padang masyar dimana saat itu manusia sibuk memikirkan nasib sendiri.

Keempat, neraka! Ruang akhir nasib manusia setelah vonis Al Mizan, apakah kita akan berada disini?

Kelima, surga!

Di akhir tausiahnya, Tu Sop berpesan ingatlah lima hal tersebut agar kita selalu bersemangat dalam melakukan amal ibadah. "Ingat! Yang dikatakan manusia sukses adalah bagaimana seseorang itu bisa menyukseskan diri setelah kematian. Itu baru benar–benar sukses," ujar Tu Sop yang juga Pimpinan Yayasan Dayah Bersaudara (Yadara) Grup itu.[] RIlis

No comments