Breaking News

Kepala BNNP Aceh: Kita Tak Ingin Sejengkal Pun Tanah Aceh Ditempati Narkoba


Banda Aceh - Kepala BNN Aceh Brigjen Pol Faisal Abdul Naser, mengaku perkembangan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Aceh sangat memprihatinkan. Aceh merupakan pantai terpanjang kedua serta mempunyai akses yang sangat mudah ke luar negeri.

“Terdeteksi saat ini ada 29 jalur peredaran narkoba yang keluar masuk wilayah Aceh, yang kami sebut jalur tikus,” jelas Faisal Abdul Nasser saat pembukaan Bimtek Kampung Bersinar (Bersih Narkoba) di Blangkejeren Gayo Lues, Rabu (31/10).

Disebutkan, sementara ini sudah 21 orang bandar narkoba yang sudah divonis dengan hukuman mati. Disinyalir peredaran narkoba juga merupakan cara oknum–oknum tertentu untuk merusak generasi Islami Aceh yang dikenal berbudaya dan menjunjung tinggi Syariat Islam.

Dikatakan, produk narkoba yang diedarkan di Aceh diduga merupakan produk yang sudah dioplos, sehingga dapat dijual dengan harga murah dan dampak kerusakannya lebih parah dari produk asliny. “Para pengguna dapat lebih cepat sakit bahkan lebih cepat menjadi stres,” jelasnya.

“Kita tidak ingin sejengkal tanah pun di Aceh dan Gayo Lues menjadi tempat yang leluasa bagi pengedar narkoba, kita harus perangi narkoba. Ada empat tempat yang akan ditempati para pelaku narkoba yaitu pusat rehabilitasi, penjara, rumah sakit dan liang kubur,” sebut Faisal.

Sementara Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru, ketika mendampingi Kepala BNNP Aceh membuka Bimtek Kampung Bersinar (Bersih Narkoba) tersebut di Balai Kampung Sepang Kecamatan Blangkejeren mengatakan, untuk menjauhkan generasi muda dari jeratan narkoba dan penyalahgunaan IT serta pengaruh isu yang dapat merusak agama dan bangsa, membutuhkan kerjasama berbagai pihak.

“Dampak narkoba sangat besar bagi para pengguna maupun pengedar, salah satu hilangnya akal sehat dan tindakan kriminal hingga kematian. Untuk itu diharapkan masyarakat kampung agar waspada terhadap peredaran narkoba di tempat tinggalnya,” ujar Amru.

Dipilihnya salah satu Kampung Sepang Kecamatan Blangkejeren, sebagai tempat bimbingan teknis Kampung Bersih Narkoba adalah sebagai upaya pencegahan peredaran narkoba yang sudah merambah hingga pelosok kampung. “Karenanya semua elemen yang peduli narkoba harus lebih memperhatikan masalah ini,” sebut H.Amru.

Pada kesempatan tersebut, Penghulu Kampung Sepang, Said Juandi, melaporkan gambaran keadaan kampungnya selama ini di mata hukum tercatat sebagai zona merah, padahal itu hanyalah ulah–ulah oknum warga yang singgah di kampung itersebut.

Menjawab isu negatif tersebut dan sebagai rasa tanggung jawab terhadap warganya, perangkat kampung akan melaksanakan tes urine sebagai sampel kepada 50 warganya. Jika hasilnya positif maka akan diberi ganjaran untuk pindah dari Kampung Sepang. “Namun jika hasilnya negatif tentu ini membuktikan bahwa selama ini Kampung Sepang bersih dari narkoba,” jelasnya.

No comments