Breaking News

Berantas Kemiskinan, ISMI akan Buat KEK Berbasis Industri Halal di Aceh

Jakarta - Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) akan membangun kawasan ekonomi khusus (KEK) berbasis halal di Barat Selatan Aceh (Barsela). Tujuan utama dari pembangunan tersebut ialah untuk merangsang para pemilik usaha kecil mampu bersaing dengan kemampuan inovasi teknologi.

Ketua ISMI Ilham Habibie mengatakan, bahwa pembangunan KEK berbasis industri halal tersebut berawal dari tujuannya yakni memberantas kemiskinan.

Di mana dari 62 juta usaha kecil mikro menengah (UMKM) di Indonesia, terdapat pengusaha–pengusaha kecil yang mesti didorong dengan berbagai pengetahuan terutama dengan inovasi teknologi.

"Yang banyak itu adalah UM–nya, usaha mikronya, kalau K atau kecil itu kurang lebih 600 ribu lebih (pelaku), menengah 40 ribu lebih (pelaku). Nah 61 sekian juta itu adalah usaha mikro. Saya kira itu kantong–kantong yang kita kenal sebagai kantong kemiskinan, mungkin di level mikro itu," kata Ilham di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2019).

Ilham melihat upaya tersebut bisa didorong oleh pemerintah. Akan tetapi ia melihat ada yang tidak berkesinambungan dengan program–program sosial yang diberikan pemerintah. Menurutnya, para pelaku UMKM terutama yang mikro bisa diberikan wawasan, pembinaan hingga peluang usaha.

"Kita memperkuat km–nya (kecil menengah) kemudian KM kecil menengah yang bisa mengangkat melalui UM yang ada di sekitar mereka, entah sebagai mitra atau sebagai supplier atau sebagai nasabah," ujarnya.

"Tapi dengan cara seperti itu kita bisa mencapai situasi di mana kemiskinan di Indonesia yang tadi kita belajar 9,41 persen itu masih tergolong miskin di Indonesia dan insyaallah mudah–mudahan kita bisa hapus," sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua ISMI Aceh Nurcholis mengatakan bahwa pemerintah Aceh Barat Daya sudah menyiapkan 745 hektar yang bisa dimanfaatkan pengusaha selama 30 tahun oleh pengusaha untuk membangun industri.

Menurut Nurcholis, target ke depan ialah mulai untuk melakukan ekspor dari daerah tersebut.

"Ekspor juga kita mulai di situ dalam waktu dekat, kita ekspor CPO. Kemudian kedua adalah bagaimana angka–angka industri lagi akan muncul di situ, dengan adanya lahan," kata dia.(suaracom)

No comments