Breaking News

29 TKA Asal China PLTU Nagan Raya Aceh Akan Dideportasi


Sebanyak 29 tenaga kerja asing (TKA) asal China di PLTU Nagan Raya, Aceh yang menyalahi izin tinggal dan tidak memiliki dokumen izin kerja, akan dikeluarkan dari perusahaan dan dipulangkan ke China

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II B, Meulaboh, Aceh Barat Azhar mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan agar TKA itu segera dideportasi.

"Sudah kita koordinasikan dengan PLTU, segera keluarkan dan relokasi, tidak (boleh) ada di situ," kata Azhar saat dikonfirmasi, Rabu (17/6).

Namun, belum bisa dipastikan soal waktu pelaksanaan deportasi puluhan TKA tersebut.

"Ini menjadi pertimbangan kami untuk mendeportasi, itu wilayahnya ke luar negeri. Tetapi sekarang mereka bisa di luar Aceh bisa di luar lokasi, yang penting tidak bekerja. Yang menjadi masalah mereka bekerja," kata Azhar.

Menurutnya, 29 TKA itu awalnya datang ke Aceh bukan untuk bekerja, melainkan magang. Azhar bilang mereka datang dengan visa tujuan untuk uji kemampuan selama dua bulan, setelah itu harus kembali mengurus perlengkapan, tetapi dalam waktu 1 sampai 3 bulan itu terhalang dengan persoalan Covid–19, dan tidak ada penerbangan.

TKA yang bermasalah tersebut tersebar masing–masing lima orang dari PT PMG, enam orang konsultas di PT PMG serta 18 orang dari PT Tianjin yang semuanya bekerja di proyek PLTU Nagan Raya.

Desakan agar TKA China itu segera dikeluarkan dari Aceh juga datang dari Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Muhammad Yunus, ia mendesak agar otoritas terkait tegas terhadap TKA asal China yang tak memiliki dokumen lengkap.

"Kita Komisi I DPR Aceh dan juga semua rekan–rekan di DPRA mendesak mereka dipulangkan dari Aceh. Mereka kan punya agen tersendiri, makanya pulangkan ke agen mereka, selama dokumen belum lengkap, itu sikap yang kita ambil," kata Yunus.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi diterima, ada sekitar 29 TKA asal China yang bekerja di proyek PLTU Nagan Raya. Mereka dilaporkan masuk ke Aceh melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda beberapa bulan lalu.

No comments