Pasukan Israel Bentrok dengan Demonstran Palestina di Yerusalem Timur

Polisi Israel menggunakan granat kejut dan menyemprotkan air sigung (air berbau) ke warga Palestina semalam di lingkungan Sheikh Jarrah yang diduduki Yerusalem Timur.

Seorang demonstran Palestina ditangkap oleh pasukan Israel pada hari Senin [Ahmad Gharabli/AFP]

Ada bentrokan antara pemukim Yahudi dan Palestina pada Senin malam, sebelumnya media Israel melaporkan batu dan kursi dilemparkan di antara pihak yang berseberangan.

Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan 20 warga Palestina terluka dalam insiden itu dan dikabarkan beberapa orang ditangkap. Mereka yang terluka termasuk 16 orang yang menderita luka akibat semprotan merica dan gas air mata, dan seorang lansia yang dipukul di bagian kepala.

Layanan medis juga mengatakan beberapa ambulansnya menjadi sasaran lemparan pemukim Yahudi yang melemparkan batu ke kendaraannya.

Sementara itu, puluhan pemukim Israel pada hari Selasa memaksa masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki, menurut Departemen Wakaf Islam.

Sekitar 44 pemukim masuk ke kompleks itu di bawah perlindungan polisi Israel, dan lebih banyak pemukim diperkirakan akan memasuki lokasi itu di kemudian hari, katanya dalam sebuah pernyataan.

Tindakan kekerasan yang sering dilakukan

Senin malam, polisi Israel terlihat menggerebek sebuah rumah warga Palestina dan melemparkan granat kejut ke warga di dalamnya.

Sheikh Jarrah telah menjadi tempat yang sering dilakukan oleh polisi Israel terhadap warga Palestina yang memprotes pengusiran paksa puluhan keluarga Palestina dari rumah mereka demi kelompok pemukim Israel garis keras.

Israel menyebutnya "perselisihan real-estate" sementara Palestina dan kelompok hak asasi mengatakan kasus tersebut menjadi sorotan karena kebijakan diskriminatif yang bertujuan mendorong warga Palestina keluar dari Yerusalem.

Letusan kekerasan tersebut merupakan gesekan terbaru di Sheikh Jarrah, di mana protes dan tindakan keras selama berminggu-minggu menarik perhatian internasional menjelang serangan 11 hari Israel di Gaza pada bulan lalu.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 21 Mei, tetapi seruan jangka panjang oleh pemukim Yahudi untuk mengusir warga Palestina dari rumah mereka terus berlanjut. (*)

0 Komentar