Prancis Cabut Aturan Masker di Luar Ruangan dan Cabut Jam Malam

Perdana Menteri Prancis Jean Castex mengumumkan bahwa orang-orang di seluruh negeri sekarang dapat berhenti memakai masker wajah di luar ruangan dan jam malam juga akan dicabut mulai Minggu karena indikator Covid-19 di negara itu terus menurun.

Orang-orang berjalan di dekat Arc de Triomphe di Paris, Prancis. Foto: IANS

"Situasi kesehatan di negara kami membaik lebih cepat dari yang kami harapkan," kata Castex pada konferensi pers setelah rapat kabinet.

"Kami akan mencabut kewajiban memakai masker di luar ruangan." ujarnya.

Masker masih akan diperlukan di ruang publik yang ramai di mana ruang gerak fisik terbatas, seperti di transportasi umum, di stadion dan tempat-tempat ramai lainnya, menurut kantor berita Xinhua mengutip Castex.

Jam malam, yang berlaku sejak Oktober 2020, akan berakhir pada Minggu (20/6/2021), 10 hari lebih awal dari yang direncanakan sebelumnya, tambahnya.

Namun, “jika dalam beberapa minggu mendatang kita akan menghadapi situasi epidemi, kami tidak akan ragu untuk mengambil langkah-langkah baru untuk bertindak cepat”, kata Perdana Menteri.

Prancis sekarang "di bawah 5.000 kasus (baru) per hari" dan "tidak ada departemen yang melaporkan perkembangan (epidemi) yang mengkhawatirkan", menurut Castex.

Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit yang menderita sakit kritis, indikator utama untuk mengevaluasi kemampuan sistem kesehatan untuk mengatasi krisis kesehatan, telah turun selama enam minggu berturut-turut.

“Kami hidup bahagia kembali ke kehidupan normal. Kami berada di jalur yang benar. Mari tetap bergerak,” kata Castex.

Castex menyebut vaksinasi Covid sebagai “benteng terbaik melawan kebangkitan epidemi”, ia berjanji bahwa 40 juta orang akan menerima setidaknya satu dosis dan 35 juta warga harus menyelesaikan inokulasi mereka pada akhir Agustus.

Sekitar 30,76 juta orang, atau 58,6 persen dari populasi orang dewasa, telah menerima satu dosis vaksin.

Sekitar 14,75 juta orang telah menerima dua suntikan, mewakili 28,1 persen dari populasi orang dewasa, menurut data dari Kementerian Kesehatan.

Prancis sejauh ini melaporkan 5.811.456 kasus virus corona dan 110.796 kematian. (*)

0 Komentar