Kebijakan Sultan Iskandar Muda Selama Memimpin Kesultanan Aceh

ACEHSERAMBI.COM - Sultan Iskandar Muda adalah pemimpin Kesultanan Aceh Darussalam yang berkuasa antara 1607-1636.

Masa kekuasaan Sultan Iskandar Muda dikenal sebagai masa paling gemilang dalam sejarah Kerajaan Aceh.

Di bawah kepemimpinannya, wilayah kekuasaan Kesultanan Aceh meliputi Semenanjung Malaya dan memiliki perekonomian yang maju berkat perdagangannya.

Selain itu, berkat Sultan Iskandar Muda, Kesultanan Aceh menjadi salah satu pusat pendidikan.

Berikut kebijakan Sultan Iskandar Muda pada beberapa bidang yang dapat membawa Kesultanan Aceh pada masa kejayaan.

Bidang politik

Salah satu kebijakan politik yang dilakukan Sultan Iskandar Muda saat menjadi penguasa Aceh Darussalam adalah perluasan wilayah.

Di bawah kekuasaannya, luas wilayah Kesultanan Aceh dimulai dari Minangkabau hingga Semenanjung Malaya, yang saat ini menjadi negara Malaysia.

Selain itu, kebijakan politik yang dilakukan Sultan Iskandar Muda saat menjadi penguasa Aceh Darussalam adalah membagi wilayah menjadi tiga sagoe atau tiga desa.

Wilayah yang dipimpin oleh seorang kepala dengan gelar Panglima Sagoe itu di antaranya:

  • Sagoe XXII Mukim: Bagian tengah sebelah selatan
  • Sagoe XXV Mukim: Aceh Barat
  • Sagoe XXVI Mukim: Bagian Timur

Selain itu, ada juga wilayah daerah luar Aceh Raja yang dikepalai oleh orang yang bergelar Uleebalang Kuetjhi.

Bidang ekonomi

Pada masa pemerintahannya, Sultan Iskandar Muda berhasil mendapat kontrol atas perdagangan di pesisir Selat Malaka yang terdapat beberapa pelabuhan strategis.

Setelah itu, ia kemudian membuat aturan untuk menetapkan pajak bagi setiap kapal dagang dari berbagai wilayah di dunia.

Hal itu dilakukan untuk menarik pendapatan dan mengembangkan perdagangan dalam negerinya.

Misalnya penerapan pajak yang tinggi bagi kapal-kapal dari Eropa. Nilai pajak ini berbeda denganyang dikenakan bagi pedagang Muslim.

Penerapan pajak ini berdampak pada kemajuan di bidang ekonomi karena besarnya pendapatan Kesultanan Aceh.

Dari pendapatan tersebut, Aceh mampu mengembangkan perekonomiannya dan memajukan sektor pendidikannya.

Bidang pendidikan

Kemajuan di bidang pendidikan juga diperhatikan oleh Sultan Iskandar Muda dengan menerapkan kebijakan yang sistematis di bidang keislaman.

Hal itu diterapkan sebagai upaya untuk menyediakan pendidikan dari tingkat dasar hingga pendidikan tinggi.

Tujuan dari penerapan pendidikan tersebut di antaranya:

  • Membina manusia untuk meneruskan pemerintahan di Aceh
  • Membina masyarakat supaya selalu berbuat kebajikan dan meninggalkan perbuatan keji

Adapun jenjang pendidikan di Aceh Darussalam adalah Meunasah, Rangkang, Dayah, Dayah Tengku Chik, dan Jami'ah Bait ar-Rahman. source

Referensi:

  • Pulungan, Suyuthi. (2019). Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana.
  • Syarifuddin, Ferry. Sakti, Ali. (2020). Praktik Ekonomi dan Keuangan Syariah oleh Kerajaan Islam di Indonesia. Depok: Rajawali Pers.

0 Komentar