Tokoh Buddha Bicara Karma soal Roy Suryo dan Meme Stupa Jokowi di Borobudur

ACEHSERAMBI.COM - Pakar telematika Roy Suryo, mengunggah meme Jokowi yang menggantikan patung Buddha di Candi Borobudur. Tindakan itu mengundang perhatian dari tokoh Buddha Suhadi Sendjaja.

Ia mengingatkan dalam ajaran Buddha ada yang namanya hukum karma. Suhadi meyakini perbuatan baik akan mendapat karma baik, begitu pun sebaliknya.

"Kalau dari bapak sebagai orang Buddha ya orang Buddha kan pegangannya hukum karma. Jadi kalau hukum karma semua sudah berjalan dengan sendirinya, yang berbuat baik dapat akibat baik, yang berbuat tidak baik pasti akan berakibat tidak baik. Itu masing-masing berlaku di dalam perbuatannya sendiri-sendiri," kata Suhadi saat dikonfirmasi, Senin (20/6).

Lebih jauh Suhadi juga mengingatkan agar perbuatan itu tidak diulangi kembali. Sebab presiden merupakan simbol negara yang tidak patut diperlakukan seperti itu.

"Kalau saya memberikan sebuah pandangan, sebetulnya itu postingan mirip-mirip dari kita punya presiden. Ya presiden itu kan simbol negara itu, ya, seyogyanya tidak seperti itu," kata Suhadi.

Ketua Umum Parisadha Buddha Dharma NSI itu juga meminta agar semua pihak menjaga etika. Dengan begitu kedamaian di Indonesia bisa terjaga.

"Kita kan berbangsa bernegara itu kan punya etika, jadi dalam beretika berbangsa dan bernegara ya mestinya tidak begitu, seyogyanya tidak begitu. apalagi kan kita sekarang butuh ketenangan butuh kedamaian," kata Suhadi.

Sebelumnya, meme stupa di Borobudur diedit mirip dengan wajah Presiden Jokowi beredar. Unggahan itu sempat diunggah kembali dengan caption berbeda oleh politikus Partai Demokrat Roy Suryo.

Tak lama kemudian, Roy lalu menghapus postingan itu. Sebagian pihak sudah mengcapture terlebih dahulu.

Roy Suryo lalu melaporkan akun yang dianggap pertama kali menyebarkan meme itu ke polisi. Dia siap membantu polisi mengungkap hal itu. Dia juga meminta maaf sempat menggungah gambar itu. source

0 Komentar