Rusia Datang ke Aceh Ajak Kerja Sama, Ini Tawarannya

Wakil Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia, Veronika Novoseltseva mengajak Pemerintah Aceh bekerja sama dalam hal konservasi satwa liar dilindungi. Dia menyebut, Rusia di bawah kepemimpinan Presiden Vladimir Putin tengah fokus menyelamatkan spesies Harimau Amur.

"Rusia juga sedang fokus penyelamatan satwa liar yang mulai langka di dunia, seperti Harimau Amur. Kondisi ini sama seperti yang sedang dihadapi Aceh dengan menurunnya populasi Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, Badak Sumatera dan juga orang utan. Kami sangat berharap dapat bekerja sama dengan Aceh dalam isu terhadap perlindungan satwa liar ini karena memiliki kesamaan," kata Veronika saat bertemu dengan Ketua DPR Aceh Saiful Bahri, Senin (22/8).

Dia menyebut Rusia sangat terbuka untuk bekerja sama dengan semua pihak, termasuk dengan Indonesia. Apalagi menurut Veronika, Rusia sejak dulu memiliki hubungan baik dengan Aceh.

"Dulu kapal-kapal dari Rusia sering lewat di perairan Selat Malaka," ujarnya.

Hubungan antara Rusia dengan Aceh bahkan, tutur Veronika, dapat dibuktikan dengan keberadaan makam pelaut negeri Beruang Putih itu di Kota Sabang. Makam perwira angkatan laut Rusia tersebut hingga kini terawat dengan baik.

Rusia juga menaruh perhatian besar dengan peristiwa tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004 silam. Negara itu mengirimkan alat-alat medis dan juga tim kesehatan untuk membantu korban gempa dan tsunami.

"Alat-alat medis ini bahkan ditinggal untuk Aceh, hanya pekerjanya yang kembali ke Rusia," ujar Veronika.

Selain mengajak kerja sama dalam bidang konservasi, Veronika juga mengajak putra putri Aceh memanfaatkan peluang beasiswa yang disediakan Rusia untuk Indonesia.

"Ada 261 beasiswa yang diberikan Rusia untuk Indonesia, dan kami mengundang pemuda pemudi Aceh untuk mengambil program beasiswa dari Rusia ini," ujarnya. source

0 Komentar

close