Gelar FAS, Ketum MUI Padang Apresiasi LDII Fokus Bina Generus

LDII Kota Padang menggelar program pembinaan generasi muda melalui Festival Anak Soleh bertempat di Gedung Serba Guna, Koto Tangah, Minggu (27/11). 

Turut hadir sekaligus membuka acara itu, Ketua MUI Kota Padang Buya Dr H Japeri Jarab. Ia mengapresiasi LDII atas terselenggaranya acara tersebut.

"Saya bangga LDII melakukan FAS setiap tahun dan ini perlu dipertahankan serta ditingkatkan," katanya.

Menurut Japeri, para orang tua harus berbangga hati memiliki anak yang soleh atau solehah, "Apalagi sejak dini rajin mencari ilmu agama maka hal tersebut akan teringat hingga usia tua. Namun jika belajar di usia tua akan mudah lupa," tuturnya.

Ia juga mendukung DPD LDII Kota Padang dalam upaya mencerdaskan bangsa dengan mendirikan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT). Ia berharap, LDII Padang dapat terus membangun sekolah hingga perguruan tinggi.

"Bagi anak Adam, ada tiga amalan yang terus menerus mengalirkan pahala, mesti telah meninggal dunia, pertama ilmu yang bermanfaat, sedekah jariyah dan do'a anak yang sholeh," katanya mengingatkan.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Padang Buya Ahmad Nashir mengatakan, kegiatan Festival Anak Soleh ini diadakan oleh Penggerak Pembina Generus (PPG) yang merupakan kelompok kerja dari DPD LDII Kota Padang. 

Ahmad menjelaskan, FAS ini merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap tahun dengan melibatkan peserta didik mulai dari cabe rawit setingkat SD, pra remaja setingkat SMP, remaja setingkat SMA, dan pra nikah.

"Kami mengucapkan syukur kepada panitia yang telah menyelenggarakan FAS ini sehingga dapat berjalan sesuai rencana," katanya

Ketua Panitia FAS, Hery Handayana mengatakan kegiatan ini utamanya untuk menjalin silaturahim antar sesama santri. 

"Selain itu, untuk uji kemampuan dan evaluasi program pencaian pembelajaran santri yang selama ini telah dijalankan di masing-masing kelompok belajar mengajar (KBM)," jelasnya.

Hery menambahkan, materi yang diperlombakan dalam acara FAS ini disesuaikan dengan tingkatan belajar santri. 

"Usia PAUD lomba mewarnai, untuk cabe rawit atau SD materinya Musabaqoh Hifdzil Quran (MHQ), lomba adzan, dai cilik, dan lainnya," terangnya.

Acara FAS tersebut diikuti 200 santri dari masing-masing perwakilan TPA/TPQ yang berada delapan kecamatan di wilayah Kota Padang diantaranya, Kecamatan Padang Timur, Padang Selatan, Padang Barat, Padang Utara, Koto Tangah, Kuranji dan Nanggalo.

0 Komentar