Breaking News

Polda Aceh Gelar Operasi Lilin Rencong 2019


Banda Aceh - Kepolisian Daerah (Polda Aceh) melaksanakan apel gelar pasukan Ops Lilin Rencong 2019 di halaman Mapolda Aceh, Banda Aceh, Kamis (19/14/2019). Apel gelar pasukan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak selaku inspektur upacara.

Gelar pasukan ini, melibatkan ratusan personel TNI Polri, baik dari Polda Aceh, Kodam beserta jajaran yang berasal dari berbagai satuan serta pihak Dinas Perhubungan, SAR, Satpol PP dan WH serta yang lainnya.

Gelar pasukan ini ditandai dengan penyematan pita kepada perwakilan personel yang dilakukan oleh Kapolda Aceh. Tampak hampir seluruh pejabat utama Polda Aceh beserta jajaran dan instansi lainnya ikut hadir dalam kegiatan itu.

Dalam amanat Kapolri, Jenderal Pol Idham Azis yang dibacakan Kapolda disebutkan, apel gelar pasukan yang diselenggarakan secara serentak di seluruh jajaran ini bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan pengamanan, soliditas para pemangku kepentingan yang dilibatkan.

"Serta menumbuhkan ketenangan dan rasa aman bagi masyarakat dalam merayakan Hari Raya Natal 2019 dan Tahun Baru 2020," ujarnya kepada para peserta apel.

Operasi Lilin 2019 ini, jelasnya, merupakan operasi kepolisian terpusat yang akan dilaksanakan selama 10 hari yakni mulai tanggal 23 Desember 2019 hingga tanggal 1 Januari 2020 nanti.

Dimana, yang menjadi fokus pengamanan adalah 61.308 obyek di seluruh Indonesia baik gereja, tempat wisata, pusat perbelanjaan, obyek perayaan tahun baru, terminal, pelabuhan, stasiun KA dan bandara.

"Operasi ini melibatkan 191.807 personel pengamanan gabungan yang terdiri atas 121.358 personel Polri, 17.190 personel TNI serta 55.259 personel yang berasal dari instansi terkait seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, Damkar dan instansi lainnya," kata Kapolda.

Kekuatan personel itu, lanjutnya, akan ditempatkan di 1.792 titik pos pengamanan, 745 titik pos pelayanan, dan 45 titik pos terpadu. Strategi yang diterapkan dalam operasi ini yakni mengedepankan tindakan preemtif dan preventif dengan didukung kegiatan intelijen, berupa deteksi dini dan deteksi aksi, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional.

"Berdasarkan prediksi intelijen, terdapat 12 potensi kerawanan yang harus kita antisipasi, yaitu aksi terorisme, kejahatan konvensional, kemacetan lalu lintas, kecelakaan transportasi, sweeping ormas, aksi penolakan peribadatan, kenaikan harga sembako, konflik sosial dan tawuran, bencana alam, konvoi dan balap liar, kebakaran akibat petasan dan pesta narkoba ataupun minuman keras," ungkapnya.

Seluruh Kasatwil pun dituntut untuk harus bersinergi dengan stakeholder terkait untuk menentukan langkah antisipasi yang proaktif dan menerapkan strategi yang tepat guna mengatasi berbagai potensi gangguan yang ada, sesuai dengan karakteristik kerawanan masing–masing daerah.

Untuk itu, para personel terlibat diberikan beberapa penekanan untuk dipedomani yaitu tetap jaga kesehatan serta niatkan setiap pelaksanaan tugas sebagai ibadah kepada Tuhan, pastikan setiap personel hadir sesuai plotting serta paham terhadap tugas dan tanggung jawabnya dan lakukan deteksi dini dengan memetakan titik–titk kerawanan secara tepat dan optimalkan penggalangan untuk mencegah aksi yang meresahkan masyarakat.

"Kemudian laksanakan pengamanan secara profesional dan humanis, berikan pelayanan terbaik serta tingkatkan kewaspadaan pengamanan melalui penerapan buddy sistem dan mantapkan kerjasama, sinergi dan soliditas para pihak yang terlibat demi keberhasilan pelaksanaan operasi," paparnya.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh personel dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam Operasi Lilin Tahun 2019. Tidak lupa, diucapkan Selamat Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

"Demikian amanat saya, semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan perlindungan, kekuatan dan keselamatan kepada kita dalam melanjutkan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara dalam bingkai persatuan dan kedamaian, tertanda Kapolri, Jenderal Pol Idham Azis," tutup Kapolda.

No comments